Toko kelontong atau warung yang menjual beragam kebutuhan sehari-hari menjadi pilihan bisnis rumahan yang menarik untuk kamu yang ingin memulai karier sebagai seorang pengusaha. Toko kelontong biasanya memiliki pasar yang relatif selalu ramai, apalagi jika terletak di area pemukiman padat penduduk. Tentunya mayoritas warga sekitar masih memilih untuk berbelanja di warung dibandingkan minimarket maupun supermarket modern. Faktor tersebut yang menjadi peluang bisnis dan keuntungan utama para pemilik toko kelontong. Meskipun keuntungan yang didapatkan dari penjualan setiap barang sedikit, namun jumlah pembeli yang banyak bisa itu menjadi omzet penghasilan yang menjanjikan.

Sekarang nggak hanya barang kebutuhan dasar saja yang dijual di toko kelontong. Barang-barang kebutuhan sekunder lainny,a seperti mainan anak-anak dan produk kecantikan pun bisa kamu dapatkan di berbagai toko kelontong. Bahkan, kamu juga bisa membeli pulsa dan melakukan beragam pembayaran, seperti listrik dan PDAM juga lho di toko kelontong. Menarik banget ‘kan?

 

Persiapan Membuka Toko Kelontong

 

 

Hal pertama yang harus disiapkan jika ingin berbisnis kelontong adalah menyiapkan tempat. Kamu bisa memulainya dari rumah kamu sendiri.  Selain lebih murah karena nggak harus membayar sewa, kamu juga nggak perlu bingung siapa yang harus menjaga tokomu. Kamu bisa meminta bantuan sanak keluargamu sendiri untuk melakukannya jika kamu sedang berhalangan. Kedua, kamu perlu menyiapkan rak atau etalase sebagai tempat untuk meletakkan barang-barang yang akan dijual di toko kelontongmu. Kalau perlu, kamu juga bisa menyiapkan timbangan barang dan kalkulator untuk menakar berbagai produk kiloan seperti beras, kerupuk, dan biji-bijian kering.

Ketiga, kamu harus mencari agen dan distributor sebagai pemasok barang-barang yang akan dijual di tokomu. Sebagai pemula, kamu bisa langsung mendatangi agen-agen dan distributor resmi yang berada di sekitar lingkunganmu untuk mendapatkan barang dengan harga yang lebih murah.

Terakhir, susunlah semua barang-barang yang akan dijual. Kamu juga harus menyesuaikan barang-barang tersebut dengan modal yang dimiliki. Sambil menyusun anggaran belanja, kamu juga harus membuat anggaran keuangan dan perencanaan stok barang yang akan dijual. Untuk barang-barang yang sekiranya akan laku cepat usahakan untuk menyediakan stok yang banyak.

 

Berikut adalah simulasi keuntungan dari sebuah toko kelontong:

Simulasi Keuntungan

Asumsi pendapatan harian Rp 600.000,00

Omzet 1 bulan :     Rp 600.000,00 x 30 hari                      = Rp 18.000.000,00

 

Pengeluaran

Belanja stok produk :            Rp 500.000,00 x 30              = Rp 15.000.000,00

Transportasi :                                                                             = Rp    150.000,00

Listik dll :                                                                                    = Rp    150.000,00

Total pengeluaran :                                                                   = Rp 15.300.000,00

 

Keuntungan bersih

Rp 18.000.000,00 – Rp 15.300.000,00                              = Rp  2.700.000,00

 

Bagaimana? Cukup menguntungkan bukan? Nah, maka itu nggak ada salahnya nih kamu mencoba peluang usaha yang satu ini.

 

 

Nggak hanya sembako saja, kamu juga bisa lho mendapatkan komisi berlimpah dari beragam produk dan jasa yang dijual melalui Kioson.  Terus apa sih Kioson itu? Kioson merupakan sebuah aplikasi digital yang memberikan kesempatan berbisnis kepada siapapun dan juga bisa meningkatkan omzet penjualan bagi para pemilik toko kelontong, warung maupun kios. Dengan bergabung menjadi Kioson, kamu bisa mendapatkan komisi berlimpah dari beragam transaksi, seperti menjual beragam produk e-commerce, pembayaran tagihan PLN dan PDAM, pembelian pulsa, paket data, voucher listrik, asuransi, menjadi Agen Laku Pandai dan Sinarmas Multifinamce dan masih banyak lagi. Lengkap banget ‘kan produknya! Makanya, buruan download aplikasi Kioson di sini, daftar, top up saldo, jualan dan dapatkan komisi gedenya!