Sejak lama, dunia pasar modal Indonesia adalah dunia yang belum banyak dijajal oleh startup-startup teknologi. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, di antaranya keterbatasan infrastruktur internet dan budaya masyarakat yang sebagian besar masih belanja konvensional. Namun, sejarah terjadi pada 5 Oktober 2017. Bertempat di Bursa Efek Indonesia, PT Kioson Komersial Indonesia Tbk. (Kioson), perusahaan teknologi penyedia jasa Online-to-Offline (O2O) e-commerce pertama di Indonesia, resmi melakukan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia dengan kode emiten KIOS.

Dengan Kioson resmi ‘go public’, menandakan dimulainya era baru startup e-commerce di Pasar Modal Indonesia. Momen bersejarah ini juga menandakan Kioson sebagai startup e-commerce pertama di Indonesia yang tercatat di Bursa Efek Indonesia dan menjadi emiten ke-24 tahun ini serta ke-558 dari total keseluruhan emiten di Bursa Efek Indonesia. Kioson akan menempati sektor Trade Service & Investment dan subsektor Retail Trade di daftar emiten Bursa Efek Indonesia. Direktur Utama Kioson, Jasin Halim, mengatakan, IPO memicu antusiasme investor dalam berinvestasi di bisnis O2O e-commerce. “Kesuksesan IPO ini menjadi angin segar bagi startup di Indonesia dan sumber pendanaan melalui IPO layak menjadi pertimbangan.”

Momen IPO ini juga menjadi akan menjadi strategi Kioson dalam menjembatani underserved market dengan dunia digital, yang sejalan dengan visi pemerintah Indonesia untuk menjadikan Indonesia sebagai digital economy powerhouse terbesar di Asia Tenggara pada 2020. “Strategi dengan misi inklusi digital ini kami yakini memegang peranan penting untuk meningkatkan penetrasi layanan digital di kota-kota lapis kedua di Indonesia, sehingga bisa memudahkan berbagai lapisan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hariannya, yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memberikan dampak bisnis yang baik bagi Kioson serta investor,” jelas Jasin.

Selain untuk memperkuat infrastruktur Perseroan, Kioson juga mengalokasikan 78,95 persen dana IPO untuk akuisisi PT Narindo Solusi Komunikasi dan modal kerja. Dari segi inovasi, Kioson juga memproyeksikan beberapa layanan baru di dalam aplikasinya agar terus memberikan kemudahan melalui produk-produk inovatif. “Saat ini, fokus layanan kami terdiri dari tiga kategori, yaitu layanan digital dan Payment Point Online Bank (PPOB), layanan Keuangan, serta layanan e-commerce. Kioson juga bermitra dengan perusahaan terkemuka, antara lain perusahaan gadget, perbankan, asuransi, dan e-commerce. Ke depannya, kami akan membuka peluang lebih luas melalui produk dan jasa yang bisa ditawarkan melalui mitra kios kami,” jelas Jasin. Kioson menargetkan pertumbuhan mitra kios sebesar 400% pada akhir 2017.