Startup teknologi augmented reality/mixed reality yang berbasis di Florida, Amerika Serikat, Magic Leap, mengumumkan pendanaan seri D senilai US $502 juta yang dipimpin oleh perusahaan investasi asal Singapura, Temasek, dengan partisipasi dari EDBI, institusi keuangan yang berbasis di Singapura, Grupo Globo asal Brasil, Janus Henderson Investors, dan investor-investor sebelumnya, seperti Alibaba Group, Fidelity Management, Google LLC, J.P. Morgan Investment Management, dan T. Rowe Price, Inc.

Menanggapi hal tersebut, pendiri, presiden dan CEO Magic Leap, Rony Abovitz, mengatakan, “Kami senang sekali menyambut Temasek dan investor-investor baru lainnya ke dalam keluarga Magic Leap. Kami juga sangat menghargai dukungan yang kuat dan kemitraan dengan pemegang saham kami saat ini.”

Dengan pendanaan besar tersebut, Magic Leap, telah mengumpulkan lebih dari US $1.9 milyar, namun masih belum jelas langkah apa yang akan diambil selanjutnya. Startup yang juga memiliki lokasi di Los Angeles, Sunnyvale, Seattle, Austin, Dallas, Zurich, New Zealand, dan Israel, ini dikenal misterius dan bahkan hingga Oktober 2017, belum merilis satupun produk.

Saat ini, dikabarkan Magic Leap mungkin akan meluncurkan perangkat yang disebut “Magic Leap One”, dan bulan lalu, Bloomberg melaporkan, perusahaan tersebut akan mulai mengirimkan perangkat tersebut ke “kelompok kecil pengguna” dalam enam bulan atau lebih selanjutnya.