Sebagai bagian dari rangkaian Initial Public Offering (IPO), PT Kioson Komersial Indonesia Tbk, sebagai startup e-commerce Online-to-Offline (O2O), menyelenggarakan paparan publik (Public Expose) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, pada 7 September 2017 yang lalu. Dengan resmi ‘go public’, Kioson menjadi startup e-commerce pertama yang melantai di Bursa Efek Indonesia. Initial Public Offering (IPO) adalah pilihan terbaik untuk memperkuat kinerja perusahaan dalam jangka panjang.

Rencana IPO Kioson juga sejalan dengan visi pemerintah yang menargetkan Indonesia untuk bisa menjadi negara dengan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara pada 2020. Untuk mewujudkan visi tersebut, Kioson berperan sebagai jembatan antara undeserved market dengan teknologi digital, sehingga bisa meningkatkan jumlah masyarakat yang belanja online. “Dengan adanya layanan yang ditawarkan Kioson, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) selaku kios-kios mitra kami dapat berperan sebagai gerbang dalam mengenalkan dunia digital kepada undeserved market.” Jelas Co-Founder Kioson, Jasin Halim.

Saat ini, dengan 15.000 mitra kios yang tersebar di 384 kota di Indonesia dan 2 juta pelanggan dan target ekspansi mitra kios meningkat 100% pada akhir 2017, Kioson membuktikan bahwa seluruh lapisan masyarakat Indonesia bisa online dan siap membawa Indonesia masuk ke era ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara pada 2020.