Hujan yang sering muncul belakangan ini mendatangkan sebuah ancaman bagi warga Indonesia khususnya kota Jakarta, yaitu banjir. Dampaknya, banyak aktivitas keseharian masyrakat yang terganggu bahkan terhenti akibat banjir. Padahal hanya dengan melakukan kebiasaan-kebiasaan sederhana saja, kamu bisa lho mencegah bencana alam yang satu ini. Makanya, kali ini Kioson mau membahas lima kebiasaan baik yang bisa mencegah banjir. Yuk, cari tahu selengkapnya!

 

  1. Buang Sampah pada Tempatnya

 

mencegah banjir

 

Cara paling mudah untuk mencegah banjir adalah dengan nggak buang sampah sembarangan. Sampah yang kamu buang  itu bisa menyumbat sungai dan saluran air yang berfungsi untuk mengalirkan air hujan. Nah, inilah yang nantinya menyebabkan banjir karena volume air yang tinggi pada musim hujan nggak bisa tertampung lagi oleh sungai maupun saluran air tersebut. Maka dari itu, yuk biasakan diri untuk membuang sampah pada tempatnya!

 

  1. Rajin Membersihkan Saluran Air

 

mencegah banjir 1

 

Selain membuang sampah pada tempatnya, kamu juga harus rajin membersihkan saluran air di lingkunganmu nih. Jadikan ini kegiatan rutin bersama keluarga atau tetangga setiap minggu atau bulan. Selain bisa mencegah banjir, siapa tahu kegiatan ini juga bisa mempererat hubunganmu dengan tetangga ataupun keluargamu.

 

  1. Menanam Pohon

 

mencegah banjir 3

 

Minimnya pohon yang ditanam di area perkotaan membuat banjir menjadi lebih mudah menyerang daerah ini tersebut. Kamu bisa kok, memperbaiki hal ini dengan menanam banyak bibit pohon di rumah kamu sendiri. Pohon berfungsi sebagai penyerap air hujan yang jatuh ke tanah; melalui akarnya, air-air tersebut akan diangkut ke seluruh bagian pohon untuk membantunya tumbuh. Dengan menanam pohon, kamu juga jadi bisa melestarikan lingkungan lho.

 

  1. Membuat Lubang Biopori

 

mencegah banjir

 

Sebagai tempat untuk menyerap air, selain menanam pohon kamu juga bisa lho membuat lubang biopori. Lubang biopori ini berfungsi sebagai tempat untuk meningkatkan daya resap air, mengubah sampah organik menjadi pupuk kompos dan mengurangi emisi gas CO2. Cara membuatnya juga cukup mudah kok, kamu cukup membuat lubang-lubang di tanah dengan diameter 10 cm dan dalam 100 cm.

Yuk, kita sama-sama melakukan kebiasaan di atas. Dengan begitu, lingkungan tetap asri dan banjir nggak akan balik lagi!