Seiring dengan perkembangan digital yang pesat di Indonesia, bisnis startup menjadi model bisnis yang menjanjikan di masa depan. Didukung dengan jumlah penduduk yang besar dan salah satu basis pengguna Internet terbesar di dunia, Indonesia merupakan salah satu pasar paling potensial di Asia Tenggara, bahkan diperhitungkan sebagai salah satu pemain industri startup terkemuka dunia di masa depan.

Dengan faktor-faktor pendukung tersebut, startup lokal menjadi ladang baru bagi investor untuk menanamkan investasi. Tentunya, hanya startup-startup berkualitas yang memperoleh pendanaan besar dari investor. Berikut 5 alasan investor menanamkan investasi di startup.

 

Jumlah Penduduk

Sebagai negara dengan jumlah penduduk terbanyak keempat di dunia, yaitu 256 juta jiwa, Indonesia menciptakan peluang pasar startup yang sangat menjanjikan. Populasi yang besar berarti konsumsi yang besar dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang pesat sehingga sangat kondusif bagi industri startup di Indonesia.

Biaya yang Lebih Rendah

Pertumbuhan industri startup di Indonesia relatif lebih cepat jika dibandingkan dengan negara-negara maju. Hal ini dipicu oleh tiga faktor, yaitu biaya operasi yang lebih kompetitif, harga sewa kantor yang jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan kota-kota, seperti San Francisco atau London, dan biaya tenaga kerja yang jauh lebih rendah.

Peluang Menjadi Pemain Utama

Persaingan industri startup di negara-negara berkembang relatif masih rendah sehingga peluang untuk menjadi pemain utama di industri startup lokal lebih terbuka lebar. Hal ini tentunya menguntungkan bagi perkembangan industri startup di Indonesia.

Penetrasi Internet yang Pesat

Perkembangan industri startup di Indonesia sangat diuntungkan dengan pesatnya penggunaan Internet di kalangan masyarakat Indonesia. Dengan aplikasi yang simpel dan mudah digunakan, suatu startup akan bertahan lama.

Dukungan pemerintah

Untuk menciptakan lingkungan bisnis startup yang kondusif dan mengubah Indonesia menjadi pusat teknologi di Asia Tenggara, pemerintah melalui Menteri Komunikasi dan Informatika Indonesia, Rudiantara, telah menyisihkan US$1 miliar, untuk pertumbuhan startup lokal.